01/12/10

ULASAN DEWAN JURI FESTIVAL TEATER KEBUMEN 2010



Kami selaku Dewan Juri Festival Teater Kebumen 2010, yang menyaksikan pertunjukan Kategori Pelajar/SLTA sebanyak 13 grup dalam wilayah Kabupaten Kebumen dan kategori umum sebanyak 7 grup dari lingkup wilayah Kedu dan Banyumas.

Selama 2 hari, yakni tanggal 26 dan 27 Nopember 2010, kami menjadi saksi bahwa Alhamdulillah ternyata Kebumen dan sekitarnya telah memiliki insan-insan pecinta teater, yang bakal memberikan kontribusi dan manfaat bagi perkembangan seni pertunjukan.

Dalam peran sebagai juri, sebaiknya disederhanakan menjadi pengamat yang mencoba menilai secara global – dalam artian ini dasar pengamatan lebih besar porsinya pada kualitas, bukan kuantitas. Kami tidak menjadikan angka sebagai patokan, karena dalam kesenian angka dapat direlatifkan.

TEATER adalah pertunjukan seni drama yang merupakan kerja kebersamaan berbagai unsur seni. Teater adalah upacara bersama antara sesame pekerja teater dengan penontonnya untuk saling menghargai, menghormati, memuliakan seni.

Mayoritas peserta FTK 2010 masih lemah dalam mengolah pemeran, maupun menggarap suguhan dan menyajikannya kepada penonton. Bahwa ada upaya dari pekerja seni teater untuk menulis naskah sendiri – yang dilakukan oleh banyak pekerja seni di Indonesia -ndiri - yang nggarap suguhan dan menyajikannya kepada penonton. Bahwa ada upaya merupakan kecenderungan yang membahagiakan. Demikian juga semangat panitia FTK 2010 yang membuka peluang bagi peserta untuk menggubah naskah dan menggarapnya sesuai kemampuannya.


Di sini salah satu “masalah”-nya. Menulis gagasan, menuangkannya dalam bentuk naskah adalah salah satu dari langkah seni pertunjukan dalam kerja teater modern (untuk membedakannya dengan teater tradisional yang porsi improvisasinya besar). Langkah berikutnya adalah menggarap dan menyajikannya dalam pentas.

Dalam suatu tontonan manusia menjadi pelaku utama. Baik sebagai pemain yang perannya antara lain: berlatih, menjalani proses kreatif, melakukan penjelajahan untuk mencari, menemukan, mengumpulkan dan menyimpan berbagai pengalaman dan pengatahuan untuk disimpan dalam “ file harddisk” jasmani rohani kita, sebagai manusia. Kita umumnya menyebut dengan olah rasa, olah nafas, olah vokal, olah gerak dan seterusnya.

Karena manusia menjadi titik sentral maka manusia menjadi primadona dalam setiap pertunjukan, baik sebagai pekerja teater maupun penonton. Art from Heart, seni yang diolah sajikan dari hati bakal menggugah hari yang menyaksikan. Segala sesuatu yang gembira, sedih, malu, marah, membetot, menteror, suka-duka, semua menjadi atmosfir yang bersilaturahmi dalam ruang pertunjukan.

Dengan satu kalimat yang radikal, kita dapat menyatakan bahwa tontonan yang layak tonton bakal memberikan orgasme batin pada pekerja seni dan penontonnya. Sehingga berbagai serbuan emosional yang meruap dapat meng”haru”kan: pedih yang meng”haru”kan, marah, benci, kalut, senang, terbahak yang  meng”haru”kan.

Tontonan yang baik mampu mencuci jiwa pekerja teater dan penontonnya, karena merupakan suatu pengembangan spiritual. Mengajak kita memasuki segala sesuatu yang sebelumnya mungkin belum terasa, membawa dalam kehidupan yang menseimbangkan kerja keras jasmani dengan perenungan rohani, memperoleh makna kehidupan.






Ulasan Untuk Pelajar:

1.   Penataan artistic peserta no 3 (SMK Maarif 4 Kebumen) mampu menghadirkan suasana yang menguatkan pertunjukan yang dibawanya. Minimalis tapi penuh. Spektakel yang muncul baik dari personal actor maupun property panggung menyatu dalam garis yang harmonis.
2.   Sosok Lena dalam peserta no 5 (MAN Kutowinangun) ini mampu menghadirkan karakter yang kuat untuk tokoh tersebut. Penjiwaan meski masih sederhana, sagat membantu keseluruhan jalannya pertunjukan.
3.   Konsep penyutradaraan dalam pertunjukan no 2 (SMAN Rowokele) terlihat konsisten dari awal sampai akhir. Mempunyai tempo dan irama permainan yang sesuai dengan dramatisasi pertunjukan. Kekuarannya adalah improvisasi dalam menafsirkan naskah untuk menemukan sesuatu yang baru dan kontekstual.
4.   Menyajikan sebuah pertunjukan teater, berarti menghadirkan secara keseluruhan pertunjukan secara utuh dari tiap detail bagiannya. Kekurangan di satu  bagian kecil – meski di sisi lain admeski kan secara utuh dari tiap detail bagiannya. kekuarangan si dalam menafsirkan naskah untuk menemukan sesuatua yang terlihat kuat – akan sangat mempengaruhi kesempurnaan dari pertunjukan tersebut. Konsep dan interpretasi naskah, penggarapan actor, pemanfaatan panggung, blocking yang sesuai kebutuhan, komposisi yang dinamis serta irama/tempo yang mengalir wajar adalah syarat minimal bagimana penyajian mampu dinikmati penonton dengan baik.



Ulasan Untuk Kategori Umum:

1.   Dengan penataan artistic no 3. (Komunitas Teater Jodo Purwokerto) mampu menghadirkan suasana yang menjadi isi pertunjukan. Minimalis tapi masing-masing property ditempatkan dengan serasi sesuai manfaat dan kebutuhannya. Sangat membantu dramatisasi dari para actor di atas panggung.
2.   Aktor dalam teater, minimal mampu menjadi kendaraan bagi pertunjukan. Dan actor harus saling terkait dan membangun, tidak main untuk dirinya sendiri. Kekukatan yang ada pada diri actor harus mempengaruhi dan menghadirkan kedinamisan seluruh bagian pertunjukan dan actor lainnya.
3.   Konsep yang digagas sutradara harus mampu menyampaikan muatan naskah pada penonton. Perhatian dari tiap detil bagian pertunjukannya mampu terangkat sesuai porsinya, atau tidak boleh njomplang.
4.   Penyajian yang baik dari sebuah pertunjukan tidak harus riuh rendah dan penuh sesak di atas panggung. Tetapi menempatkan dan member ruang yang sesuai serta penggunaan media secukupnya dari interpretasi naskah akan terasa lebih baik. Setiap bagian dihadirkan dengan alas an dan ide kuat untuk kesempurnaan pertunjukan tersebut. Lebih baik minim tapi kental dari pada over tapi memecah focus.



PENGUMUMAN DAN PENETAPAN KEPUTUSAN DEWAN JURI
FESTIVAL TEATER KEBUMEN 2010

KATEGORI PELAJAR:

a.    Penata Artistik Terbaik
:
No. 3 (SMK Maarif 4 Kebumen)
b.   Aktor/Aktris Terbaik
:
No. 5 (MAN Kutowinngun)
c.    Sutradara Terbaik
:
No. 2 (SMAN Rowokele)
d.   Penyaji Terbaik III
:
No. 8 (SMAN Klirong)
e.    Penyaji Terbaik II
:
No. 3 (SMK Maarif 4 Kebumen)
f.     Penyaji Terbaik I
:
No. 2 (SMAN Rowokele)


KATEGORI UMUM :

a.    Penata Artistik Terbaik
:
No. 3 (Komunitas Teater Jodo Purwokerto)
b.   Aktor/Aktris Terbaik
:
No. 1 (Teater Surya UMP Purworejo)
c.    Sutradara Terbaik
:
No. 2 (Komunitas Teater Purworejo)
d.   Penyaji Terbaik III
:
No. 5 (Teater STTOLGTA Kebumen)
e.    Penyaji Terbaik II
:
No. 2 (Komunitas Teater Purworejo)
f.     Penyaji Terbaik I
:
No. 2 (Komunitas Teater Purworejo)


Catatan Panitia:

Anggota Dewan Juri Festival Teater Kebumen 2010:ter Purworejo)jo)kerto) JURI
ecah fokus.ih erpretasi naskah kank boleh a/tempo yang mengalir wajar adalah syara
1.   Uki Bayu Sedjati (Komunitas Teater Bulungan Jakarta)
2.   Retno Budiningsih (Taman Ismail Marzuki/ Perpustakaan HB Yassin Jakarta)
3.   Salim Emde (Sanggar Sunan UIN/ Teater Jali Yogyakarta, pemenang Lomba Penulisan Naskah Cerita Prov. DI Yogyakarta 2002).
4.   Ucok Hasbie (Sanggar Ilir Yogyakarta/ FoPSeT Kebumen khusus untuk Kategori Pelajar).





DAFTAR PESERTA

FESTIVAL TEATER KEBUMEN 2010

1.   KATEGORI PELAJAR SLTA SEDERAJAT:



MAN GOMBONG
SMAN ROWOKELE
SMK MAARIF 4 KEBUMEN
SMK BATIK SAKTI 1 KEBUMEN
MAN KUTOWINANGUN
SMAN 2 KEBUMEN
SMK NAWA BAKTI KEBUMEN
SMKN 2 KEBUMEN
SMAN KLIRONG
MAN 2 KEBUMENAN KLIRONGEN KEBUMENMENG
AJAT:
MAN 1 KEBUMEN
SAKA PANUWISATA KEBUMEN
SMKN KARANGANYAR


  KATEGORI UMUM:
  1. TEATER SURYA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
    KOMUNITAS TEATER PURWOREJO
    KOMUNITAS TEATER JODO PURWOKERTO
    TEATER GERAK STAINU KEBUMEN
    TEATER STTOLGTA KEBUMEN
    TEATER BAHRUL ULUM KEBUMEN
    TEATER STIE PUTRA BANGSA KEBUMEN




0 komentar:

Google Pagerank
totokaryantowirjosoemarto. Diberdayakan oleh Blogger.